Jual Obat Aborsi Tuntas

Obat Aborsi Tuntas

Aborsi Hak Perempuan. Setuju atau Tidak?

Dewasa ini aborsi menjadi salah satu isu sosial yang paling hangat diperbincangkan. Isu aborsi mungkin layak diperdebatkan sebab berkaitan dengan hak hidup seseorang yang wajib di lindungi dan dijunjung tinggi bahkan sejak dalam kandungan.

Terkait dengan aborsi, ada dua pandangan yang mengerucut, dimana keduanya saling berseberangan. Yang pertama, seseorang adalah pribadi yang utuh serta berhak mendapatkan pertimbangan moral sejak berada dalam rahim. Dalam pandangan ini aborsi jelas merupakan tindakan tidak bermoral yang pantas dipidanakan karena setara dengan pembunuhan atas manusia yang sudah hidup. Pandangan ini disebut juga dengan pro-life.

aborsi hak perempuan

Sedangkan pandangan yang kedua, seseorang menjadi pribadi utuh saat ia sudah dilahirkan. Artinya, embrio atau janin tidak dipandang sebagai pribadi yang utuh sehingga tidak memiliki hak-hak sebagaimana yang didapat manusia yang sudah hidup atau sudah dilahirkan. Jadi jelas, pandangan yang kedua ini mendukung bahwasanya aborsi hak perempuan yang bisa dilakukan, terutama dengan alasan tertentu. Pandangan kedua ini disebut juga dengan pro-choice.

Perdebatan dalam Diskursus Libertarianisme

Perdebatan antara dua pandangan yang kontras diatas menjadi polemik berkepanjangan dalam diskursus libertarianisme. Menurut survei yang dilakukan American National Election Study tahun 2008, mereka yang menganggap dirinya libertarian mempunyai pandangan pro-life sebesar 37% sedangkan yang pro-choice 62%.

Bahkan sejumlah tokoh maupun pemikir libertarianisme sendiri sampai terbelah menjadi dua kubu terkait isu aborsi ini. Adalah Ron Paul mantan anggota kongres USA serta aktivis politik dari Partai Libertarian Amerika Serikat yang secara terang-terangan bersikap anti aborsi. Sementara itu Murray Rothbard seorang ekonom dan novelis kondang Ayn Rand serta Gary Johnson seorang mantan gubernur justru menyatakan bahwa aborsi adalah hak yang wajib dimiliki oleh setiap perempuan.

Benarkah Evictionism adalah Solusi?

Bagi kelompok pro-life aborsi adalah tindakan tak bermoral yang perlu ditindak secara hukum. Sementara bagi kelompok pro-choice Aborsi Merupakan Hak Perempuan yang sah-sah saja dilakukan terutama dalam kondisi tertentu. Perdebatan antara “dua kubu” ini mungkin tidak akan terselesaikan sampai kapanpun.

Oleh karena itu, seorang ekonom Amerika Serikat bernama Walter Block mengemukakan pendapat berbeda terkait aborsi. Seperti pada sebuah jurnal akademisnya yang diberi judul “Compromising the Uncompromisable: A Private Property Approach to Resolving the Abortion Controversy”, Block menawarkan ide yang disebut Evictionism.

Ia menyetujui pandangan kelompok pro-life yang menyatakan seseorang perlu mendapatkan pengakuan sebagai pribadi utuh sejak masa pembuahan, sebagaimana halnya manusia yang sudah dilahirkan pada umumnya. Lalu bagaimana dengan perempuan yang memutuskan untuk aborsi karena berhak melakukan apapun atas tubuhnya?

Dalam situasi ini Block tidak menafikan bahwa setiap perempuan memiliki hak atas tubuhnya. Namun dalam konsep ini ia menawarkan solusi bahwa meski janin mempunyai hak hidup dan perlu dilindungi, tak lantas si janin bisa hidup dalam kandungan perempuan, sementara perempuan tersebut tidak menginginkannya. Karena itu Block menilai bahwa perempuan yang sedang hamil memiliki hak “mengusir” (eviction) pada janin dalam kandungannya dengan alasan yang masuk akal.

Block punya pandangan bahwa tidak ada sesuatupun yang bebas hidup di tubuh orang lain jika si pemilik tubuh tidak menghendaki. Jadi menurutnya aborsi tidak lantas bisa dijustifikasi sebagai tindakan “pembunuhan” meski janin tersebut dianggap “parasit”.

Analoginya, jika seseorang masuk ke rumah orang lain tanpa seizin yang punya rumah, maka si pemilik rumah punya hak mengusir orang tersebut karena haknya sebagai pemilik rumah telah dilanggar. Namun begitu bukan berarti pemilik rumah bisa langsung melakukan pengusiran dengan kekerasan.

Antara aborsi sebagai tindakan tidak bermoral dan aborsi pilihan perempuan adalah dua hal berseberangan yang mungkin tidak pernah ada titik temu. Namun pandangan evictionism yang digagas Walter Block sedikit banyak memberi pencerahan dari dua sudut pandang yang berbeda. Bagaimana dengan Anda?

Incoming search terms:

  • apakah aborsi pantas dilakukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jual Obat Aborsi Tuntas © 2017