Jual Obat Aborsi Tuntas

Obat Aborsi Tuntas

Yuk, Kenali Efek Buruk Aborsi Ini!

Aborsi merupakan peristiwa keluarnya hasil konsepsi (embrio/janin, membran janin, plasenta) dari rahim secara prematur. Tak hanya berdampak buruk pada kesehatan fisik, namun aborsi kadang menimbulkan efek negatif pada kondisi psikologis perempuan.

Efek Buruk Aborsi

Efek buruk aborsi dari sisi psikologis biasanya ditandai dengan gelisah, rasa bersalah, emosional, mendadak temperamental, traumatic, dan kondisi kejiwaan yang labil. Efek psikologis jangka panjang ini akan sangat berbahaya jika dibiarkan tanpa penanganan.

Traumatik yang Muncul Setelah aborsi

Lebih dari 70 persen perempuan mengalami trauma yang merupakan bagian efek samping aborsi. Berikut ini beberapa diantaranya:

  • Perasaan Bersalah

Mayoritas perempuan yang pernah melakukan aborsi akan dibayangi rasa bersalah. Semakin lama semakin parah. Rasa bersalah ini muncul karena merasa telah “membunuh” anaknya.

  • Perasaan Cemas

Rasa cemas berlebihan juga muncul pada sebagian perempuan yang melakukan aborsi. Kecemasan akibat rasa bersalah yang muncul terus menerus. Biasanya kecemasan ini terlihat dari reaksi fisik seperti konstipasi, pusing, detak jantung tidak teratur, dan migraine berkepanjangan.

  • Depresi

Sedih dan sakit hati juga merupakan efek samping aborsi dengan pil. Kondisi ini memicu depresi pada kehidupan selanjutnya. Perempuan akan mengalami rasa bersalah, menangis, dan putus asa. Jika dibiarkan, besar kemungkinan perempuan menjelma menjdi psikopat. Tak jarang efek buruk ini membuat perempuan punya keinginan membunuh wanita hamil disekitarnya.

  • Phobia Anak dan Wanita Hamil

Phobia terhadap anak dan wanita hamil juga sering muncul pada perempuan yang pernah aborsi. Mereka cenderung menghindari bertemu anak kecil maupun wanita hamil. Tak jarang mereka juga menghindari tempat-tempat khusus dimana terdapat banyak ibu hamil atau ibu-ibu yang membawa bayi.

  • Kembali Mengalami Aborsi

Perempuan yang terlanjur melakukan aborsi berpotensi mengalami aborsi lagi di kemudian hari. Risiko ini muncul akibat kecemasan setelah gagal mendapatkan buah hati atau justru karena rasa bersalah karena menghilangkan nyawa buah hati karena aborsi yang disengaja. Kondisi tersebut berdampak memburuknya kondisi fisik dan psikologis sehingga memicu aborsi berikutnya.

  • Bunuh Diri

Karena perasaan menyesal, rasa bersalah hingga depresi berlarut-larut membuat perempuan yag pernah aborsi punya keinginan untuk bunuh diri. Hal ini terjadi sebagai puncak trauma psikologis yang tidak ditangani dengan tepat.

  • Ketakutan di Tanggal Aborsi

Rasa bersalah dan ketakutan kemungkinan juga muncul tepat di bulan dan tanggal dimana perempuan pernah melakukan aborsi. Tepat di hari tersebut muncul ketakutan dan kecemasan berlebihan, mungkin akan menjadi hari paling mengerikan bagi wanita tersebut.

  • Takut Tidak Bisa Hamil Lagi

efek samping aborsi sedot yang satu ini umumnya dialami oleh semua perempuan yang pernah mengalami atau melakukan aborsi. Bahkan mereka cenderung pesimis bisa hamil lagi setelah gagal dengan kehamilan yang pertama.

  • Lari ke Minuman Keras dan Narkoba

Selain beberapa efek buruk diatas, sebagian perempuan yang pernah aborsi juga mengalami frustasi berkepanjangan. Bagi yang tidak mampu berpikir panjang mereka justru suka minum minuman beralkohol dan mengonsumsi narkoba sebagai bentuk pelarian dari trauma mereka. Dengan alkohol dan narkoba mereka merasa lebih tenang dan dapat tidur nyenyak. Meskipun efek minuman keras dan narkoba dapat menciptakan masalah baru.

efek samping aborsi memang sangat beragam dan berbahaya, terutama trauma psikologis yang muncul sepanjang hidup. Solusinya hanya satu, jika muncul gejala psikologis seperti diatas segera berkonsultasi ke psikiater. Hal ini penting untuk mencegah efek jual obat aborsi paling parah seperti bunuh diri atau gangguan jiwa.

Incoming search terms:

  • apa efek dari aborsi dgn urut
  • efek samping gastrul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jual Obat Aborsi Tuntas © 2017