Jual Obat Aborsi Tuntas

Obat Aborsi Tuntas

Ingatlah! Ini Dampak Psikologis Pasca Aborsi

dampak psikologis pasca aborsi – Saat mengambil keputusan melakukan aborsi sebenarnya perempuan dihadapkan pada kondisi yang dilematis. Hal tersebut berkaitan dengan efek maha berat yang mungkin muncul pasca aborsi. Bukan hanya efek buruk pada kondisi fisik, namun efek psikologis yang berpengaruh pada kondisi kejiwaan, prosentasenya juga sangat tinggi.

Karena potensi efek buruk tersebut mungkin menjadi salah satu alasan mengapa aborsi termasuk perbuatan ilegal di beberapa di dunia, terutama di Indonesia. Tak peduli apapun alasannya, aborsi adalah tindakan yang tidak bisa ditolelir. Hal ini bisa kita lihat dari sanksi pidana yang tak main-main bagi pelaku aborsi atau siapapun yang terlibat tindakan aborsi.

Alasan Perempuan Melakukan Aborsi

Terlepas efek secara fisik dan dampak psikologis aborsi, sebenarnya perempuan punya alasan tertentu mengapa terpaksa melakukan aborsi. Memang benar, sejauh ini aborsi identik dengan hal-hal negatif, misalnya kehamilan diluar nikah, pergaulan bebas, free sex, dan sebagainya. Tapi apakah aborsi selalu dikonotasikan dengan hal-hal negatif tersebut?

Tentu saja tidak. Aborsi termasuk hak mutlak kesehatan perempuan. Ada kasus dimana kehamilan sangat membahayakan kesehatan ibu hamil jika diteruskan, ada juga kasus kehamilan akibat kekerasan seksual sehingga terpaksa harus diaborsi. Itulah yang disebut mengapa aborsi sering menggiring perempuan pada kondisi dilematis.

Di satu sisi mereka tidak ingin meneruskan kehamilan dan ingin melakukan aborsi, namun di sisi lain aborsi dianggap hal yang tidak manusiawi oleh masyarakat sekitar. Tudingan tersebut cukup masuk akal karena aborsi bisa dibilang tindakan merampas hak hidup orang lain. Jadi wajar jika tindakan aborsi sering disejajarkan dengan pembunuhan.

Diagnosa Sindrom Pasca Aborsi

Hingga tahun 2017 ini jumlah kasus aborsi di Indonesia grafiknya cukup meningkat. Sepertinya para pelaku masih belum paham dengan efek psikologis aborsi. Padahal jika belajar pada kasus-kasus aborsi sebelumnya, dampak pada kondisi psikologis justru lebih berbahaya.

Rasa cemas berlebihan, depresi, emosional, hingga perasaan berdosa, bahkan muncul niat ingin bunuh diri merupakan efek psikologis yang dialami jutaan perempuan yang pernah melakukan aborsi. Pada saat keputusan diambil dan prosedur aborsi selesai dilakukan, mungkin sejenak perasaan menjadi lega. Namun selanjutnya mereka akan terpuruk, bingung, dan perasaan bersalah akan terus menghantui sepanjang hidup.

efek psikologis aborsi

Cara mendiagnosis seorang perempuan mengalami syndrome pasca aborsi, hal utama yang harus dilakukan adalah jujur pada diri sendiri. Rasa kebingungan, merasa bersalah, dan emosi yang tak terkendali biasanya muncul setelah mereka merasa kehilangan. Rasa bersalah dan kehilangan adalah gejala paling umum dari sindrom aborsi yang hampir pasti berujung depresi, stress, ketakutan, sampai kondisi kejiwaan yang terganggu. Bahkan karena efek psikologis ini perempuan bisa terancam kesuburannya.

Setelah aborsi, mayoritas perempuan lebih suka membohongi diri sendiri. Mereka mengatakan baik-baik saja, namun jauh di dalam hati ketakutan dan perasaan berdosa acapkali muncul. Dan itu akan terjadi seumur hidup. Bagi mereka, aborsi adalah pengalaman paling traumatic yang menciptakan halusinasi. Dalam kondisi tersebut perempuan bisa terganggu kejiwaannya (gila).

Butuh Penanganan Konselor atau Psikiater

Apapun bentuknya, dampak psikologis dari obat aborsi memang sangat berbahaya bagi kondisi kejiwaan perempuan. Untuk menghindari ketakutan, rasa bersalah, halusinasi, insomnia, perasaan putus asa dan ingin bunuh diri, sebaiknya perempuan mencari solusi pada konselor atau psikiater. Seorang konselor atau psikiater memiliki trik-trik ampuh untuk mengembalikan kondisi psikologis perempuan yang mengalami gangguan emosional setelah melakukan aborsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jual Obat Aborsi Tuntas © 2017