Jual Obat Aborsi Tuntas

Obat Aborsi Tuntas

Masih Ada “Celah” Hukum Aborsi di Indonesia. Apa Itu?

Hukum aborsi di Indonesia mengacu pada 3 peraturan penting yaitu: Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI), Undang-Undang / PP (Peraturan Pemerintah), dan KUHP. Dari ketiga peraturan tersebut sedikit banyak membatasi ruang gerak bagi siapa saja yang ingin melakukan aborsi, terlepas apapun alasannya.

Meskipun telah diterbitkan 3 peraturan yang telah dirilis pemerintah, toh bukan berarti masalah aborsi terselesaikan. Hal ini terbukti dari masih maraknya tindakan aborsi di masyarakat yang mengindikasikan bahwa hukum aborsi di Indonesia masih terlalu longgar.

Secara singkat berikut isi dari 3 poin peraturan terkait aborsi yang berlaku di Indonesia.

Kode Etik Aborsi Menurut Kedokteran Indonesia (KODEKI)

Pada pasal 10 KODEKI menyebutkan bahwa “Setiap dokter di Indonesia wajib mengingat dan harus melindungi hidup makluk insani”. Intinya setiap profesi seorang dokter dilarang keras melakukan tindak aborsi, sebaliknya harus memberi perlindungan terhadap calon bayi atau janin. Namun di pasal yang sama ditambahkan bahwa dokter boleh melakukan aborsi jika dalam kondisi darurat medis atau jika membahayakan keselamatan ibu hamil apabila kehamilan diteruskan.

hukum aborsi

Peraturan diatas memang hanya berlaku untuk dokter profesional. Dan yang harus jadi catatan, dokter yang berhak melakukan aborsi terhadap pasien adalah dokter specialist Ob-Gyn yang bergelar Sp.OG.

Undang-Undang Aborsi (UU Kesehatan No. 23 tahun 1992)

Dalam Undang-Undang Kesehatan No. 23 tahun 1992 khususnya pasal 15 tidak disebutkan kata aborsi atau pengguguran kandungan. Namun begitu dalam undang-undang atau hukum aborsi ini masih ada celah atau legalitas aborsi dengan syarat tertentu.

Sebagaimana bunyi pasal 15 ayat (1): “Dalam kondisi darurat, demi keselamatan jiwa sang ibu hamil dan atau janinnya, dokter bisa melakukan tindakan medis tertentu”. Dan dalam pasal 15 ayat (2), tindakan medis yang bisa diambil berdasarkan Ayat (1) hanya bisa dilakukan jika:

  • Ada indikasi medis yang mengharuskan tindakan cepat
  • Dilakukan oleh tenaga medis yang memiliki lisensi, keahlian, serta kewenangan untuk melakukan tindakan tersebut sesuai tanggung jawab profesinya
  • Mendapat persetujuan perempuan yang hamil, pasangan (suami), dan keluarganya
  • Menggunakan fasilitas kesehatan tertentu

Peraturan Pemerintah Tentang Aborsi (PP No. 61 tahun 2014)

Sebagaimana Undang-Undang Kesheatan No. 23 Tahun 1992, Peraturan Pemerintah No. 61 tahun 2014 juga menuai kontroversi karena melegalkan aborsi dengan alasan tertentu.

Pada pasal 31 ayat (1) tertulis “Tindakan aborsi bisa dilakukan jika mengacu pada: (a) kondisi darurat medis, (b) kehamilan yang diakibatkan pemerkosaan. Dan pada pasal 31 ayat (2) sebagaimana ayat (1) poin (b), aborsi bisa dilakukan pada kehamilan maksimal berumur 40 (empat puluh) hari.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Aborsi (KUHP)

Berbeda dengan beberapa hukum aborsi menurut para ulama sebelumnya, dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tidak mentolelir sedikitpun tindakan aborsi apapun alasannya. Hal ini seperti tertuang dalam KUHP Bab XIX Pasal 346 dan 347 yang kurang lebih mempunyai arti seperti berikut ini:

  • Wanita yang dengan sengaja menggugurkan kandungannya atau menyuruh orang lain melakukan tindakan tersebut pada dirinya diancam pidana penjara maksimal 4 tahun (Pasal 346).
  • Siapapun yang secara sengaja menggugurkan kandungan atau mematikan kandungan orang lain diancam pidana penjara maksimal 12 tahun. Jika tindakan mengakibatkan matinya wanita tersebut dapat diancam dengan pidana penjara maksimal 15 tahun (Pasal 347).

Seperti isi dan poin-poin hukum aborsi menurut agama di Indonesia di atas, kasus-kasus aborsi yang terjadi di Indonesia cukup sulit “dikasuskan”. Ini mengacu pada beberapa pasal yang cenderung “meringankan” (aborsi boleh dilakukan dengan alasan tertentu). Memang benar, aborsi tidak dilegalkan sepenuhnya tapi dengan adanya “celah” pada pasal-pasal yang telah ditetapkan, bisa dijadikan “tameng” sehingga aborsi terus marak terjadi.

Incoming search terms:

  • apa hukum di indonesia tentang aborsi
  • hukum aborsi di in
  • hukum aborsi di indonesia
  • hukum aborsi piss ktb
  • jual obat aborsi menurut undang undang
  • legalitas aborsi di indonesia
  • Pandangan aborsi menurut uu no 36
  • pasal uud yang melarang pembelian obat aborsi
  • pemerintah piss

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jual Obat Aborsi Tuntas © 2017