Jual Obat Aborsi Tuntas

Obat Aborsi Tuntas

USG Berbahaya Bagi Kehamilan? Mitos atau Fakta Ya?

Ultrasonografi (USG) merupakan tindakan yang tepat untuk memeriksa kehamilan. Dengan USG maka mudah untuk mengetahui usia janin, berat janin, posisi janin, jenis kelamin, volume air ketuban, dan semua yang berkaitan dengan tumbuh kembang janin dalam kandungan.

Belakangan berkembang cerita jika USG untuk kehamilan itu berbahaya. Entah faktor apa yang menyebabkan bahaya, namun banyak juga yang terpengaruh oleh cerita tersebut sehingga enggan melakukan tes USG. Apa saja bahaya USG kehamilan? Mitos atau memang fakta?

Manfaat USG untuk Kehamilan

Setelah usia kehamilan diprediksi menginjak 6 minggu, maka dengan USG bisa dipastikan apakah seseorang positif hamil atau tidak. Jika postif hamil maka janin bisa dilihat melalui ukuran tubuh fetus. Cara USG ini tentu saja lebih akurat dibanding dengan perhitungan hari pertama haid terakhir.

Dengan USG maka seseorang dengan mudah mengamati pertumbuhan janin. Disini juga bisa dilihat lokasi plasenta, sehingga jika ada masalah, misalnya posisi plasenta di dindng rahim terlalu rendah atau bahkan menutup jalan lahir bisa segera diketahui.

bahaya usg kehamilan

Kelainan yang mungkin terjadi pada janin, misalnya posisi janin, cacat fisik seperti bibir sumbing, kelainan jantung, hydrocephalus (pembesan kepala), down syndrome, hingga anensephali (tidak memiliki tempurung kepala) bisa dilihat dengan mudah melalui pemeriksaan USG. Melalu pemeriksaan USG pula dapat diketahui kemungkinan terjadinya perdarahan yang mengakibatkan penggugur kandungan.

Dengan demikian USG merupkan tindakan yang tepat untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinan buruk pada janin sehingga dapat segera dilakukan penanganan dan perawatan yang tepat. Dari manfaat USG untuk kehamilan yang sudah kita bahas tadi, sepertinya tidak ada bahaya usg terhadap kehamilan yang bisa kita lihat. Jadi dapat disimpulkan bahwa USG tidak memiliki efek samping yang membahayakan kehamilan.

Efek Samping USG

Bukan berbahaya tapi memeriksa kehamilan dengan USG justru dianjurkan untuk dilakukan setidaknya 3 kali selama masa kehamilan yaitu pada trimester pertama, kedua dan ketiga.

Dari sejumlah penelitian, USG memang tidak berbahaya untuk janin karena dirancang dengan proritas untuk memeriksa kehamilan. Prinsip kerjanya pun berbeda dari rontgent, X-ray, atau MRI.

Sebenarnya ada dua efek yang muncul dari tindakan USG. Yang pertama efek thermal yang berdampak pada janin. Sedangkan yang kedua efek non-thermal yang diakibatkan oleh efek mekanis gelombang ultrasonik. Namun begitu keduanya sama sekali tidak berdampak buruk pada janin maupun ibu yang mengandung.

Mengapa USG tidak berbahaya?

Pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan prinspi kerja USG atau Ultrasonografi itu sendiri. USG adalah alat pemeriksaan kehamilan yang bekerja dengan memanfaatkan energi mekanik. Energi tersebut bersumber dari gelombang suara 20.000 Hertz namun hanya sebesar 1% saja yang sampai ke tubuh.

Dari beberapa penelitian mengungkapkan bahwa janin dalam kandungan mampu mendengar gelombang suara dari Ultrasonografi, namun tidak membahayakan kesehatan janin. Sebaliknya gelombang suara tersebut akan merangsang beberapa bagian indera janin sehingga mendorongnya untuk selalu bergerak selama proses USG berlangsung.

Janin dengan mudah dapat menghindar dari gelombang Untrasonografi. Hal ini karena gelombang USG sudah terlokalisasi sehingga janin bisa menghindarinya hanya dengan menggerakkan kepalanya saja. Yang perlu dicatat, menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) gelombang suara yang dihasilkan dari proses USG baru berbahaya bagi kesehatan janin jika dilakukan 400 kali atau lebih.

Sampai disini bisa disimpulkan bahwa bahaya usg hamil muda itu sangat minimal, bahkan bisa dibilang tidak ada sama sekali jika dilakukan secara normal. Sebaliknya USG justru sangat bermanfaat bagi kehamilan, terutama untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan janin.

Jual Obat Aborsi Tuntas © 2017 Frontier Theme